Wakil Wali Kota Binjai Hadir di Perayaan HUT Karo ke-80, Absennya Wali Kota Medan Menarik Perhatian

Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, hadir dalam pesta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kabupaten Karo yang berlangsung di Lapangan Samura, Minggu (8/3/2026). Kehadirannya bukan hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas sejarah dan budaya masyarakat Karo. Namun, yang menarik adalah absennya Wali Kota Medan dalam perayaan penting ini.
Perayaan HUT Karo Ke-80
Peringatan hari jadi Kabupaten Karo berlangsung meriah dengan serangkaian acara yang melibatkan budaya dan seremonial, dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Salah satu tamu penting dalam acara ini adalah Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi.
Menurut Jihadi, kehadirannya bukan hanya sebagai bagian dari undangan resmi dari pemerintah daerah, namun juga sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan budaya masyarakat Karo yang memiliki hubungan erat dengan Kota Binjai.
Hubungan Antara Karo dan Binjai
“Masyarakat Karo dan Binjai memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat. Kami ingin terus menjaga hubungan baik ini dan menghargai warisan sejarah yang ada,” kata Jihadi saat acara berlangsung.
Dalam sejarahnya, masyarakat Karo memegang peran penting dalam perkembangan beberapa daerah di Sumatera Utara, termasuk Medan dan Binjai. Banyak literatur sejarah yang menyebut tokoh dan komunitas Karo sebagai kelompok awal yang membuka dan mengembangkan daerah-daerah tersebut.
Kehadiran Wakil Wali Kota Binjai dan Absennya Wali Kota Medan
K Ginting, pengamat seni dan budaya Sumatera Utara, menilai bahwa kehadiran Wakil Wali Kota Binjai menunjukkan sensitivitas terhadap sejarah dan hubungan budaya antar daerah. Menurutnya, momen perayaan HUT Kabupaten Karo seharusnya juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas antara pemerintah daerah di Sumatera Utara, terutama daerah tingkat dua yang memiliki hubungan sejarah.
“Sejarah Karo memiliki hubungan kuat dengan beberapa daerah di Sumatera Utara, termasuk Medan dan Binjai. Oleh karena itu, kehadiran kepala daerah atau perwakilannya dalam perayaan seperti ini memiliki makna simbolis yang penting,” katanya.
Namun, yang menarik perhatian adalah absennya perwakilan dari Pemerintah Kota Medan dalam perayaan ini. Padahal, secara historis, Medan juga memiliki hubungan erat dengan masyarakat Karo.
“Jika kepala daerah berhalangan hadir, seharusnya bisa mengutus perwakilan sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas antar daerah tingkat dua,” ujarnya.
Langkah ini penting untuk menjaga hubungan budaya dan memperkuat kerja sama pembangunan antar daerah di Sumatera Utara.
Kegiatan dalam Peringatan HUT ke-80 Kabupaten Karo
Peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kabupaten Karo tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya, pertunjukan seni tradisional serta upacara resmi yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.