Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan Doa Bersama Anak Yatim oleh Pengurus Bhayangkari Cabang Malang

Sambutan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen yang sangat penting bagi seluruh anggota Polri, khususnya di Polres Malang. Dalam rangka memperingati hari yang bersejarah ini, Polres Malang mengadakan acara doa bersama anak yatim yang diadakan di Masjid Ashumul Muhsinin pada tanggal 12 Juni 2026. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial dan spiritual yang mendalam.
Kegiatan Doa Bersama yang Khidmat
Acara doa bersama dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk personel Polres Malang, pengurus Bhayangkari Cabang Malang, serta anak-anak yatim dari beberapa pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang. Suasana khidmat menyelimuti pertemuan ini, yang diawali dengan pembacaan doa sebagai bentuk harapan akan kelancaran tugas kepolisian, serta keselamatan bagi bangsa dan masyarakat.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian integral dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Menurutnya, peringatan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial dan pelayanan publik, tetapi juga pada pendekatan spiritual yang mendalam.
Refleksi dan Doa untuk Polri
AKBP Taat menekankan bahwa momentum Hari Bhayangkara adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan memanjatkan doa. “Kami berharap Polri selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. Doa yang dipanjatkan bersama anak-anak yatim diharapkan dapat memberikan berkah dan kekuatan bagi seluruh anggota Polri.
Makna Kehadiran Anak Yatim
Kehadiran anak-anak yatim dalam acara ini membawa makna yang sangat penting. Selain memperkuat silaturahmi, doa yang dipanjatkan diharapkan dapat membawa keberkahan bagi seluruh personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian mereka. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memohon doa dari anak-anak yatim agar Polri, khususnya Polres Malang, dapat menjalankan tugas dengan amanah dan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkap AKBP Taat.
Pentingnya Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. “Kami ingin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” tutur Kapolres. Kegiatan doa bersama ini diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
- Mempererat hubungan dengan masyarakat.
- Menunjukkan kepedulian Polri terhadap anak-anak yatim.
- Memberikan dukungan spiritual bagi anggota Polri.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
- Memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam institusi Polri.
Kegiatan Santunan untuk Anak Yatim
Selain doa bersama, acara ini juga diisi dengan silaturahmi dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim yang hadir. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, menjadi bagian dari upaya Polres Malang untuk mempererat kebersamaan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. “Semoga doa yang dipanjatkan hari ini membawa berkah bagi kita semua,” kata AKBP Taat.
Komitmen Polri untuk Melayani Masyarakat
AKBP Taat menutup acara dengan harapan bahwa komitmen Polri untuk terus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat semakin kuat. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengabdian Polri kepada masyarakat, dan kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” tuturnya. Dengan semangat yang tinggi, Polres Malang bertekad untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi kesejahteraan bersama.
Melalui acara ini, Polres Malang tidak hanya merayakan Hari Bhayangkara, tetapi juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua.





