Pengurus IPARI Kota Pariaman Periode 2026-2030 Resmi Dilantik oleh Kakan Kemenag

Pada Rabu, 22 April 2026, pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Pariaman untuk periode 2026 hingga 2030 resmi dilantik oleh Rinalfi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman. Acara pelantikan ini dihadiri oleh 31 peserta yang merupakan bagian dari pengurus daerah IPARI, yang menandai langkah baru dalam pengembangan penyuluhan agama di wilayah tersebut.
Pengurus IPARI yang Baru Dilantik
Pengurus yang dilantik terdiri dari berbagai posisi strategis, antara lain Darnetti sebagai Ketua Daerah, Jasriati sebagai Sekretaris Daerah, dan Cici Susanti sebagai Bendahara Daerah. Selain itu, terdapat sejumlah pengurus lainnya yang akan mendukung keberlangsungan organisasi ini.
Pentingnya Peran Penyuluh Agama
Dalam sambutannya, Rinalfi menyampaikan penghargaan kepada Seksi Bimas Islam atas terselenggaranya acara pelantikan ini. Ia menegaskan bahwa para penyuluh agama memegang peranan penting sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat vital dalam menyalurkan informasi dan program-program pemerintah.
Komitmen dalam Melayani Umat
Rinalfi juga menegaskan bahwa jabatan penyuluh agama merupakan profesi yang memerlukan keselarasan dalam visi dan misi. Ia menyatakan, “Para penyuluh harus bergerak seiring dalam satu tujuan untuk kesejahteraan umat. Oleh karena itu, mereka memerlukan wadah yang dapat menyatukan langkah, seperti pengurus IPARI di tingkat Kabupaten/Kota.”
Program Strategis yang Menjadi Tanggung Jawab
Rinalfi menjelaskan bahwa ada beberapa program strategis yang menjadi fokus utama pemerintah, yang juga menjadi tanggung jawab penyuluh agama. Program-program tersebut meliputi:
- Pengembangan kampung moderasi agama.
- Pencegahan dan penurunan angka stunting.
- Penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan ekoteologi.
- Penguatan kerukunan antar umat beragama.
Legitimasi dan Pengakuan Pengurus
Khairul Firdaus, Kepala Seksi Bimas Islam, menambahkan bahwa dengan pelantikan ini, pengurus yang baru memiliki legitimasi resmi dan pengakuan atas tugas serta tanggung jawab mereka. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semua anggota memahami peranan masing-masing dalam organisasi.
Pentingnya Koordinasi dan Pertukaran Informasi
Khairul juga menghimbau kepada pengurus yang baru dilantik untuk memanfaatkan wadah IPARI sebagai sarana pertukaran informasi dan koordinasi tugas. “Rencanakan program kerja dengan baik, bangun forum demokrasi, serta jalin kerjasama yang harmonis antar lini,” tegasnya. Ini penting untuk memperkuat organisasi dan mencapai tujuan bersama.
Harapan untuk Peran Penyuluh Agama
Dalam kesempatan tersebut, Khairul Firdaus mengharapkan agar IPARI Kota Pariaman dapat memperkuat peran penyuluh agama sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan dapat menjadi pembina moral sekaligus jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan di bidang agama. Hal ini mencakup penguatan moderasi beragama dan upaya untuk meningkatkan kerukunan antar umat di Kota Pariaman.
Partisipasi dalam Pelantikan
Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kasubbag Tata Usaha, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, serta ASN yang berada di lingkungan Kementerian Agama Kota Pariaman. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pengurus IPARI yang baru, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Dengan dilantiknya pengurus IPARI Kota Pariaman, diharapkan organisasi ini dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Melalui kerja sama yang baik antara semua pihak, tujuan untuk meningkatkan kualitas penyuluhan agama dan memperkuat kerukunan umat di Kota Pariaman dapat tercapai.




