ASDP dan Angkasa Pura Indonesia Selesaikan Studi Kelayakan Water Taxi untuk Mengurangi Kemacetan di Bali

Dalam upaya mengatasi kemacetan yang semakin parah di Bali, ASDP (Aneka Jasa Transportasi) bersama dengan PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan untuk proyek water taxi Bali. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut.
Pentingnya Water Taxi di Bali
Studi yang dilakukan secara menyeluruh ini menunjukkan bahwa proyek water taxi memiliki potensi yang signifikan untuk dilaksanakan. Analisis mencakup berbagai aspek, seperti pasar, teknis, finansial, operasional, serta dampak sosial dan lingkungan. Salah satu hasil penting dari studi ini adalah penetapan lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) sebagai rute utama yang akan dikembangkan pada tahap awal.
Jawaban Terhadap Mobilitas yang Dinamis
Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menjelaskan bahwa pengembangan water taxi ini merupakan langkah strategis untuk merespons kebutuhan mobilitas yang semakin meningkat. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar moda transportasi di kawasan pariwisata yang semakin berkembang.
“Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi. Dengan hadirnya layanan ini, kami berharap dapat menyediakan alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan,” ungkap Heru.
Manfaat dan Efisiensi Operasional
Dari segi operasional, kehadiran water taxi diyakini akan memberikan efisiensi yang signifikan. Berdasarkan data yang ada, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu bisa mencapai 1 hingga 2 jam. Namun, dengan adanya layanan water taxi, waktu tempuh ini diprediksi dapat berkurang hingga maksimal 30 menit.
Hal ini tentunya akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan meningkatkan daya saing destinasi Bali di mata wisatawan.
Kajian Mendalam untuk Penetapan Rute
Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, menjelaskan bahwa penetapan lintasan water taxi dilakukan melalui kajian yang komprehensif. Dalam proses ini, berbagai faktor seperti kebutuhan pengguna, kondisi perairan, keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, serta konektivitas kawasan sekitarnya dipertimbangkan secara hati-hati.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan water taxi tidak hanya efisien tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata di Bali,” tambah Windy.
Status Pengembangan dan Rencana Ke Depan
Saat ini, proyek water taxi masih berada dalam tahap pengembangan lanjutan, yang merupakan bagian dari penugasan pemerintah. Fokus utama saat ini adalah pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan pemenuhan aspek perizinan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Proses ini ditargetkan untuk selesai pada tahun 2026, sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
ASDP menunjukkan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan konektivitas transportasi yang terintegrasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil yang ada di lapangan.
Komitmen untuk Transportasi yang Berkelanjutan
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan sistem transportasi maritim yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, ini juga mendukung penguatan ekosistem transportasi nasional.
Integrasi Transportasi Antarmoda
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pengembangan water taxi adalah solusi strategis untuk mendorong integrasi transportasi antarmoda. Dengan adanya sistem ini, diharapkan jaringan transportasi darat, laut, dan udara dapat terhubung secara lebih efektif.
“Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan efisiensi mobilitas dan mengurangi kemacetan, khususnya di Kabupaten Badung yang merupakan pusat aktivitas pariwisata Bali,” jelas Dudy.
Rencana Ke Depan untuk Water Taxi Bali
- Pengembangan rute Sekeh – Canggu sebagai prioritas awal
- Penyelesaian Detailed Engineering Design (DED) ditargetkan tahun 2026
- Integrasi dengan ekosistem transportasi yang ada
- Fokus pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa
- Komitmen terhadap pengembangan berkelanjutan
Dengan semua langkah dan rencana ini, proyek water taxi Bali diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan transportasi yang dihadapi pulau ini. Inisiatif ini tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.




