Proyek Pejalan Kaki Jalan Ahmad Yuhdi Rp2,8 Miliar Berpotensi Menyebabkan Kecelakaan dan Banjir

Proyek pejalan kaki yang sedang berlangsung di Jalan Ahmad Yuhdi, Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, menimbulkan sejumlah kekhawatiran di masyarakat. Dengan anggaran yang mencapai Rp2.883.260.000 dari APBD Tahun 2026, kualitas pengerjaan proyek ini diragukan. Hal ini menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan dan risiko terjadinya genangan air yang dapat berujung pada banjir di area tersebut.
Proyek Pejalan Kaki di Jalan Ahmad Yuhdi: Sebuah Tinjauan
Menurut informasi yang tertera di papan proyek, pengelolaan pekerjaan ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang. Kontraktor yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan proyek adalah CV Cahaya Purnama Abadi, sedangkan pengawasan teknis dilakukan oleh CV Guna Bangun Konsultan.
Namun, berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh tim investigasi pada Sabtu, 30 Mei 2026, terdapat sejumlah masalah serius yang terdeteksi di lapangan. Salah satunya adalah minimnya pengamanan di lokasi galian U-ditch, yang tidak dilengkapi dengan pagar pembatas. Keadaan ini sangat berbahaya bagi para pejalan kaki, terutama pada malam hari ketika penerangan sangat kurang.
Masalah Konstruksi dan Potensi Bahaya
Salah satu hal yang mengkhawatirkan adalah elevasi pemasangan U-ditch yang tampak lebih rendah dibandingkan dengan permukaan jalan di Kota Baru. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, aliran air di area tersebut bisa terhambat, menyebabkan genangan air yang dapat berujung pada banjir.
Tim investigasi juga menemukan bahwa pemasangan U-ditch dilakukan tanpa dasar yang memenuhi standar teknis yang ditetapkan. Di sisi lain, tidak terlihat keberadaan petugas dari konsultan pengawas di lokasi saat jam kerja, yang menambah keraguan terhadap kualitas pengawasan proyek ini.
Pelanggaran Standar K3 dan Implikasinya
Pelanggaran terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam konstruksi serta spesifikasi teknis dapat membawa dampak serius, baik secara finansial bagi negara maupun keselamatan publik. Keadaan ini menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai potensi risiko yang dapat terjadi akibat ketidakpatuhan pada prosedur yang telah ditetapkan.
- Pemasangan U-ditch yang tidak sesuai standar teknis.
- Minimnya pengamanan di lokasi proyek.
- Potensi genangan air yang dapat menyebabkan banjir.
- Tidak hadirnya pengawas konsultan di lapangan.
- Risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUPR Kota Serang, pelaksana proyek, atau konsultan pengawas mengenai temuan-temuan tersebut. Hal ini semakin menambah ketidakpastian di kalangan warga yang mengharapkan transparansi dan penanganan yang tepat dari pemerintah.
Harapan Masyarakat
Masyarakat setempat sangat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengevaluasi proyek pejalan kaki di Jalan Ahmad Yuhdi. Pemerintah diharapkan melakukan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa proyek ini dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan mengutamakan keselamatan warga yang menggunakan fasilitas tersebut.
Proyek pejalan kaki ini seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan keselamatan para pejalan kaki di kawasan tersebut. Namun, dengan adanya berbagai masalah yang terungkap, perhatian dan tindakan dari pihak berwenang sangat diperlukan agar proyek ini tidak menjadi sumber masalah baru di masa depan.
Pentingnya Standar Kualitas dalam Proyek Infrastruktur
Proyek infrastruktur seperti proyek pejalan kaki di Jalan Ahmad Yuhdi tidak hanya membutuhkan dana yang besar, tetapi juga kualitas pengerjaan yang tinggi. Kualitas ini harus dijaga untuk mencegah terjadinya masalah yang dapat merugikan masyarakat dan pemerintah. Dalam konteks ini, pengawasan yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proyek ini mematuhi standar yang telah ditetapkan.
Dengan merealisasikan proyek yang berkualitas, pemerintah tidak hanya memberikan fasilitas yang aman bagi penggunanya, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam melaksanakan proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan kesejahteraan publik.
Strategi Peningkatan Kualitas Proyek
Agar proyek-proyek infrastruktur di masa mendatang dapat berjalan dengan baik, beberapa langkah strategis perlu dipertimbangkan:
- Menetapkan standar yang jelas dan terukur untuk setiap proyek.
- Melakukan pengawasan berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap standar.
- Mengikutsertakan masyarakat dalam proses pengawasan.
- Memberikan sanksi tegas bagi kontraktor yang melanggar ketentuan.
- Meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek.
Langkah-langkah ini akan membantu menciptakan lingkungan konstruksi yang lebih aman dan efisien. Dengan demikian, proyek pejalan kaki di Jalan Ahmad Yuhdi dapat menjadi contoh positif bagi proyek-proyek lainnya di Kota Serang dan daerah sekitarnya.
Kesimpulan dan Tindakan ke Depan
Proyek pejalan kaki di Jalan Ahmad Yuhdi memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Kecelakaan dan banjir akibat kualitas pengerjaan yang buruk bukanlah hal yang seharusnya terjadi. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan penegakan standar yang baik, kita dapat berharap bahwa proyek ini akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Sebagai masyarakat, kita juga memiliki peran dalam mengawasi dan memberikan masukan kepada pemerintah mengenai proyek-proyek infrastruktur. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
